Kenalan Yuk Sama Virus Covid-19, Biar Nggak Terjebak Hubungan Buruk Dengannya!!

Halo sobat Pelita !! Mimin mau kasih informasi terkini, tips dan trik serta kiat-kiat hidup sehat agar terhindar dari virus yang sedang booming sekarang ini. Yups, agar terhindar dari virus covid-19. Berikut informasi yang mimin sajikan!!

  • Virus Corona 2019-nCov atau Covid-19

Siapa sih yang 2021 ini belum tau virus covid-19?? Tentunya semua tau ya, tapi, tau bukan berarti kenal, maka dari itu kenalan dulu yuk sama biodata virus covid-19 agar kita bisa mencegah dia masuk ketubuh kita!. Virus Corona merupakan virus RNA yang ditemukan diawal 1960-an. Hingga saat ini ada 7 jenis varian dari virus corona yang sudah didentifikasi. Beberapa jenis varian virus corona yaitu alpha, beta, gamma, dan delta. Virus corona beta paling banyak menyerang manusia, karena varian beta ini ditularkan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia lain, misalnya SARS, MERS-CoV, dan 2019-nCoV atau covid-19. Menurut jurnal (Syafrida dan Hartati, 2020: 496), virus 2019-nCoV atau covid-19, pertama kali muncul di Kota Wuhan, Negara China pada Desember 2019 dan menjadi cepat menyebar keseluruh negara di penjuru dunia. Nggak salah virus ini menjadi booming dan disebut pandemi yang melanda dunia yaL

Menurut literatur yang mimin kutip dalam jurnal (Kumar et al., 2020: 8),  berbeda halnya dengan flu biasa, yang menyerang saluran pernapasan atas dan hanya menyerang dalam waktu singkat, virus Covid-19 ini merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan bawah dan mengganggu kerja paru-paru, sehingga proses pertukaran oksigen yang berlangsung diparu-paru menjadi terganggu dan membuat penderita kesulitan bernapas, sehingga dampak terburuk ketika tubuh kurang sehat dan virus masuk ketubuh, dapat mengakibatkan kematian!!. Hingga saat ini, virus covid-19 sudah mengalami mutasi, dan ada beberapa variannya yang akan kita bahas di poin pembahasan berikutnya. Makanya, baca sampai akhir ya sobat, biar tau kiat-kiat menghindari nya dan hidup sehat dikala pandemi covid-19!! 😊

  • Gimana sih virus ini bisa cepat menyebar dan menginfeksi manusia ??

Menurut sumber liteatur jurnal (Kumar et al., 2020: 9), Virus covid-19 ini memiliki inang dan perantara awal yaitu hewan kelelawar yang dapat menyebarkan ke manusia dan manusia ke manusia lain (human to human transmission). Pada manusia, virus ini menginfeksi tubuh melalui permukaan wajah (mata, mulut, dan hidung) dengan kita menghirup droplet orang yang bersin, batuk atau kontak langsung dengan orang terinfeksi covid-19 melalui jabat tangan atau menyentuh barang yang terdapat virus itu menempel.

Seperti yang kita tahu, virus covid-19 memiliki ketahanan yang bervariasi pada permukaan benda. Misalnya pada alumunium (gagang pintu, tiang kereta, teralis) virus mampu bertahan 2-8 jam, dikayu selama 4 hari, dikertas selama 4-5 hari, dikeramik selama 5 hari, diplastik (botol plastik, plastik makanan, dll) selama 2-9 hari. Nah, maka dari itu pada keadaan pandemi seperti sekarang ini, kita wajib membawa hand sanitizer untuk disemprotkan di permukaan benda yang akan kita pegang, supaya mikroba berupa virus dan bakteri jahat bisa matii !! Pakai masker, menghindari kerumunan, jaga jarak aman dan tetap dirumah saja juga perlu kita lakukan nih, supaya rantai penularan covid-19 ini tidak makin meluas. Iyaa mimin tau, kalian pasti bosan semua nya serba dilakukan dari rumah, eitsss tapi.. mau apa engga supaya keluarga kita tetap aman dan virus covid-19 segera hilang?? Mau dongg.. makanya, taati anjuran pemerintah ya sobat, semangatttt!!!

  • Apasih Dampak Virus Covid-19 yang menginfeksi tubuh manusia?

Seperti yang sudah kita bahas di poin sebelumnya, virus ini memiliki dampak yang berbahaya jika dilihat dari sudut pandang medis, karena menyerang saluran pernapasan bawah yang mengganggu proses pertukaran oksigen di paru-paru, sehingga menyebabkan orang terinfeksi sesak napas. Orang dengan usia lanjut dan bayi menjadi kalangan yang lebih rentan terinfeksi virus ini dengan gejala berat. Hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh sudah mulai melemah dan biasanya memiliki riwayat penyakit lain, sehingga akan memiliki dampak lebih berbahaya ketika terinfeksi virus covid-19.    Sebaliknya, anak-anak, remaja dan kalangan usia produktif lebih tidak rentan terhadap covid-19, karena sistem kekebalan imun yang masih kuat. Namun janganlah usia tidak rentan tersebut menjadikan kita lebih sembrono dengan menganggap enteng virus ini, karena ingat, kita masih memiliki keluarga dirumah dengan usia rentan dan kita bisa menyebarkan virus tersebut ke keluarga yang kita sayangi. Jangan sampai dong yaa!! Maka tetaplah patuhi protokol kesehatan untuk keselamatan kita semua ❤

  • Obat Covid-19 udah ditemukan?

Mengenai covid-19 yang masih marak di Indonesia bahkan di seluruh dunia ini, ternyata belum ada penelitian yang menemukan obat untuk menyembuhkan atau mematikan virus pada tubuh manusia loh. Kenapa yaa? Kokbisa? Pasti kalian penasaran kan kenapa! Yuk mari kita bahas. Menurut literatur yang mimin dapat dari Kompas.com bahwa virus adalah makhluk tak kasat mata yang memiliki sedikit molekul, tetapi mereka mampu berkumpul dalam kelompok – kelompok kecil. Bahkan, hanya satu intruksi saja keberadaan mereka akan menimbulkan kekacauan di seluruh ekosistem sekitarnya. Selain itu, mereka bisa berpindah melalui udara dan mengalami mutasi yang begitu cepat loh guys.

Coba deh bayangin setelah mereka mutasi, mereka akan menyebar semau mereka di seluruh bagian tubuh manapun loh. Faktanya, mereka juga mampu membuat kuman sakit dan ukuran virus lebih kecil dari bakteri loh guyss!. Jahat banget ga sihh :” sampe – sampe bisa bunuh sesama kuman. Perlu diingat ya guys virus tidak sama dengan bakteri. Bakteri memiliki alat molekuler yang bermanfaat untuk membelah dan memperbanyak diri sekaligus melawan infeksi mereka sendiri. Alat molekuler inilah yang disasar oleh antibiotik saat dipakai melawan bakteri atau biasa kita sebut dengan obat. Sedangkan virus, mereka membutuhkan inang dan antibiotik tak mampu digunakan untuk pengobatan virus. Kenapa? Yups obat atau antibiotik ditujukan untuk mengganggu dan menyerang mekanisme molekuler bakteri bukan untuk sel manusia (inang).

  • Kuy Lanjut!

Lantas bagaimana mengatasi virus ini? Tuhan telah memberikan akal dan hati kepada manusia dalam mengatasi permasalahan yang ada, tetapi tinggal bagaimana kita sebagai manusia memanfaatkan potensi tersebut. Sebelumnya yuk guys kita bersyukur atas apa yang terjadi sekarang, dan yang pasti tawakkal yaa dalam menghadapi semua ini!. Covid-19 memang belum ditemukan obatnya, namun tidak ada salahnya loh kita mencegah penyebarannya melalui beberapa anjuran dan larangan.

Salah satunya adalah mematuhi prokes. Prokes ini termasuk hal pertama yang telah dipublikasikan dan dianjurkan pemerintah kepada masyarakat. Menurut mimin prokes ini cikal bakal terputusnya rantai virus covid-19 lohh. Kenapa? Karena dalam prokes menerapkan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup, serta menjauhi kerumunan. Tuhkan sepele loh padahal, tapi kenapa sih ada yang melanggar? Mimin gatau tuh masih, tapi yang ini penting banget loh untuk diterapkan apalagi virus tuh mudah banget transmigrasi kemana – mana, suka traveling kemana – mana apalagi lewat udara. Serem juga ga sihhhL pokoknya kalian guys harus patuhin Prokes yaa! Kalian gamau kan ada parasit ditubuh kalian, apalagi parasitnya bisa menjadi penyebab kematianL Jangan sampai ya guyss, sayangi diri kalian dan orang – orang tersayang di sekitar kalian!:”Termasuk jangan lupa minum vitamin yaa untuk menjaga imun kita lebih kebal terhadap bakteri dan virus apapun.

Ngomong – ngomong soal Prokes, pasti ga asing lagi tentang anjuran baru pemerintah yang muncul banyak sekali polemik di masyarakat. Yups, vaksin. Keberadaan vaksin masih disalah artikan terutama bagi masyarakat awam yang kurang mengetahui apa dan bagaimana vaksin bekerja. Oke mari kita kupas tuntas mengenai vaksin secara simpel dan dijamin mudah untuk dipahami versi UKM PELITA yang pasti dari sumber yang jelas yaa guys!.

Vaksin merupakan zat atau senyawa yang fungsinya membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Nah vaksin ini ada beberapa jenis loh guys! Menurut wikipedia, vaksin diklasifikasikan berdasar jenis zat yang terkandung di dalamnnya. Masing – masing dirancang dengan strategi berbeda untuk mengurangi resiko penyakit serta mempertahankan kemampuan untuk menginduksi respons imun yang menguntungkan.

Beberapa jenis vaksin tersebut ada 3 nih guys, pertama vaksin yang di dalamnnya mengandung keseluruhan organisme patogen baik patogen inaktif, patogen hidup yang dilemahkan, maupun vaksin kimerik. Jenis kedua adalah vaksin sub unit, vaksin ini mengandung komponen tertentu atau sebagian dari patogen yang memicu sistem imun. Sedangkan jenis terakhir yaitu vaksin asam nukleat, dimana jenis ini hanya mengandung materi genetik patogen.

  • Saatnya ngulik –ngulik vaksin yukss Guys!

Hmm pasti muncul pertanyaan, vaksin covid-19 ini termasuk vaksin yang mana ya? Terus vaksin di Indonesia apa saja sih jenisnya? Emang Indonesia dapet vaksin dari mana? Aman gak? Halal gak sih? Cara kerja di tubuh gimana? Ada efek samping gak? Eitss sabarr yaaa, mimin akan kupas satu – satu kok hehe tenang. Orang sabar disayang mimin kok wkwkwk, mangkanya tetep baca sampai akhir loh! Karena banyak banget inpo – inpo eh infoJ.

Menurut info yang mimin rangkum dari kompas.com dan cnnindonesia.com vaksin yang didatangkan dari luar negeri secara bertahap, diantaranya dalam bentuk vaksin jadi atau siap pakai, hingga berwujud bahan baku (bulk), serta vaksin setengah jadi. Tahap pertama vaksin  yang datang adalah vaksin Sinovac berupa vaksin jadi yakni pada 6 Desember 2020 dan akhir tahun 2020. Tahap pertama vaksin kedua yaitu AstraZeneca pada 8 Maret 2021 dan 26 April 2021 di tahap kedua. Sementara di akhir April 2021 bulk vaksin Sinovac dan dosis vaksin Sinopharm tiba di Indonesia. Vaksin Sinopharm merupakan vaksin pemberian Pemerintah Uni Emirat Arab yang tiba pada sabtu, 1 Mei 2021.

Vaksin Sinovac merupakan buatan perusahaan biteknologi asal China. Sinovac dikembangkan dengan metode pembuatan yang juga sering digunakan dalam pengembangan vaksin lain seperti polio dan flu. Metodenya yaitu inactivated virus atau virus utuh SARS-CoV-2 yang telah dimatikan. Vaksin ini bertujuan untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit serius. Vaksin Sinovac ini juga sudah diuji kok, salah satunya diuji di Indonesia tanggal 9 Januari 2021. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, yakni Bapak Kusnandi Rusmil menyatakan bahwa vaksin Sinovac memiliki keamanan yang baik, imunogenesitas 99%, dan efikasi vaksin 65,3%.

Ternyata vaksin ini juga telah diuji di Turki dan Brasil. Hasilnya juga memiliki efikasi vaksin yang cukup baik yakni sebesar 91,25% di Turki dan 50,4 persen di Brasil lohh. Suntikan vaksin ini diprioritaskan pada orang dewasa sehat yang berusia 18-59 tahun dan lanjut usia di atas 60 tahun. Terkait efek samping ini dilaporkan memiliki gejala yang ringan hingga sedang. Gejala ringannya berupa nyeri disekitar bekas suntikan, dan paling banyak yang dirasakan adalah gatal – gatal dan mengantuk. Hmm sepertinya sama aja yaa kayak suntik waktu SD gejalanya. Kalian gitu ga sih guyys?

Vaksin kedua adalah AstraZeneca yang dikembangkan oleh perusahaan vaksin asal Inggris bersama ilmuwan di University of Oxford. Vaksin ini berbasis vektor adenovirus simpanse, dimana pengembangannya mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse dan dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan infeksi parah terhadap manusia. Virus yang dimodifikasi ini membawa sebagian dari virus Covid-19 yang disebut protein Spike. Apaan tuh? Protein spike itu fungsinya sebagai pengunci yang mengikat reseptor pada sel manusia yang diaktifkan oleh enzim dan ada pada sel inang. Nah, untuk wujudnya itu menonjol seperti paku yang ada di permukaan virus Covid-19 lohh.

Vaksin AstraZeneca akan memicu respons kekebalan terhadap protein spike, menghasilkan antibodi dan sel memori yang mampu mengenali virus penyebab covid-19. Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama kok, khususnya untuk melawan malaria, HIV, dan Ebola. Vaksin ini diklaim melindungi dari kasus penyakit serius sebesar 64,1% pada satu suntikan dan 70,4% setelah suntikan kedua. Selain itu, disarankan pada orang berusia 18-64 tahun serta direkomendasikan untuk lansia usia 60 tahun ke atas. Mengenai efek samping vaksin ini yaitu seperti nyeri atau memar pada bekas suntikan, rasa lelah, menggigil, demam, sakit kepala, serta mual. Efek samping yang jarang adalah nafsu makan menurun, keringat berlebih, dan kulit gatal atau ruam kulit. Hmm agak pegel juga yaa bacanya. Mimin juga guys capek ngetiknya eh curhat, tapi no problem sih demi kamu. Iya kamuJ

Vaksin yang terakhir ini bernama sinopharm, vaksin ini dikembangkan oleh Beijing Biolnstitute Biological Product. Sinopharm telah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat di Indonesia tanggal 29 April 2021.Vaksin ini ternyata hasil pemberian Pemerintah Uni Emirat Arab loh. Wahh keren yaaa! Selain itu, vaksin ini juga menggunakan metode yang sama dengan vaksin Sinovac serta dapat memicu respons kekebalan sehingga mencegah keparahan terhadap infeksi penyakit.

BPOM mengumumkan efikasi vaksin Sinopharm, dimana 2 dosis suntikan selang pemberian 21-28 hari telah menunjukkan profil keamanan dengan baik. Hasil uji Uni Emirat Arab menunjukkan kemanjuran sebesar 78%. Terkait efek samping vaksin ini sama kok guys, yups ringan banget seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, batuk, dan lain sebagainnya. Wajar banget sih guys namanya aja ada yang masuk dalam tubuh, pasti nimbulin reaksi. Akan tetapi, mimin yakin deh kalian cukup perlu istirahat dan makan makanan yang sehat udah aman kokk! Akhirnya sampai akhir juga yaa pembahasan mengenai macam – macam vaksin yang sudah didistribusikan ke Indonesia. Mimin gasabar nih lanjut ke pembahasan berikutnyaaaaa. Kuyyy lanjutt!!

  • HOT NEWS!!!!

Eitss….. ternyata mimin juga nemuin hot news lohhh guys dari halo.com hmm kasih tau gak ya? Wkwk langsung aja deh ya totalitas nih mimin biar ga setengah – setengah Gasspoll pokoknya!! Ternyata ada 3 jenis vaksin baru lagi loh yang akan digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. Apa saja sihhh??? Yups langsung aja yang pertama ada vaksin Merah Putih (PT Bio Farma), nah vaksin ini dikembangkan oleh sejumlah universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia loh guysss. Gamau kalah nihh Indonesia itu emang kaya banget yaaa bersyukur banget mimin hidup di Indonesia, negara berkembang tapi bener – bener usahanya totalitas banget sampe – sampe neliti juga loh demi keselamatan masyarakat Indonesia! Wahh keren gak tuhhh! Lanjuttt, pemerintah juga terus mengawal dan mendukung loh proses pengembangan vaksin ini. Adapun bibit vaksin Merah Putih diharapkan sudah dapat diserahkan kepada PT Bio Farma pada 2021, kemudian uji klinis bisa dilakukan deh. Hmm kita nih sebagai masyarakat Indonesia kuy lahh berdoa semoga penelitian ini berjalan dengan lancar yaa. Aamiin.

Vaksin baru kedua adalah Moderna, vaksin ini diklaim memiliki efektifitas 94,5%. Pada november lalu, Moderna mengaku mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 pada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Mereka juga meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan FDA untuk penggunaan darurat. Kalau vaksin yang ketiga nih agak susah yaa ngomongnya mimin, untung ngetik Hehe yaa dari tadi serius mulu hmmmJYa gapapa sih daripada ga ada yang nyeriusin.Wkwkw canda guyss! Yups, ini adalah vaksin Pfizer Inc dan bioNTech, vaksin ini juga sudah mengajukan penggunaan darurat vaksin yang di produksinya melalui FDA Amerika Serikat dan Eropa. Pada uji coba terakhir 18 November 2020 lalu, mereka mengklaim vaksinnya memiliki efektifitas 95% untuk menangkal virus corona dan tidak menimbulkan efek samping yang berat. Itu dia guys vaksin – vaksin barunya, yang disinyalir dipesan pemerintah Indonesia untuk kegiatan vaksinasi..

  • Vaksin halal dan aman gak sih?

Info yang mimin dapetin dari alodokter.com yaitu menyusul terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) yang diterbitkan oleh BPOM, MUI menyatakan bahwa vaksin Covid-19 halal untuk digunakan. Status halal ini berlaku pada vaksin Sinovac dan vaksin PT Bio Farma (Persero) yakni CoornaVac, Vaccine Covid-19, dan Vac2Bio. Fatwa MUI No 2 Tahun 2021 tertulis bahwa produksi vaksin ini oleh produsen tersebut hukumnya suci dan halal. Poin kedua, bahwa vaksin ini dapat digunakan selama terjamin keamanannya menurut  para ahli. So, kini kalian tidak perlu ragu lagi loh guys bahwa vaksin itu haram!

Info yang mimin dapat dari sehatnegeriku.kemkes.go.id dimana vaksin AstraZeneca juga sudah ditetapkan halal lohh, vaksin ini telah ditetapkan halal pada fatwa MUI melalui fatwa no 14 tahun 2021. Penggunaan vaksin ini telah dibolehkan karena kondisi kebutuhan yang mendesak dan menduduki kondisi darurat. Selain itu, ketersediaan vaksin halal dan suci sudah sangat terbatas loh guys, sampai – sampai tidak mencukupi dalam pelaksanaan vaksinasi guna mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) apalagi semakin melonjaknya kasus covid-19 ini ya!.

Oiyaa dari sini jangan ragu lagi yaa untuk ikut vaksinasi, ga lupa mimin mau kasih tau kalau vaksin ini tuh udah disetujui 70 negara loh, termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair, Maroko, serta Dewan Islam di seluruh dunia lainnya menyatakan bahwa vaksin diperbolehkan untuk digunakan. Tenang kok vaksin AstraZeneca ini juga melalui transformasi yang menyeluruh, berulang kali dimurnikan pada setiap proses pembuatannya, sehingga produk bersih dan aman digunakan dimanapun termasuk umat Muslim Indonesia.

Mengenai vaksin Sinopharm yang mimin temuin di laman nasional.kompas.com, ketua Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah menutukan bahwa vaksin ini mengandung tripsin babi loh sehingga hukumnya haram digunakan. Eitss tapi bentar deh simak info lanjut dari mimin yaa! MUI tetap mengizinkan penggunaan vaksin Sinopharm dengan beberapa pertimbangan, karena kondisi darurat dan keterbatasan vaksin yang ada. Namun, beliau juga menjelaskan bahwa vaksin ini tetap bisa digunakan sampai stok vaksin Covid-19 dengan merk lain dan halal berhasil terpenuhi di Indonesia. Dengan kata lain, ketika vaksin yang halal mencukupi sesuai target, ya vaksin haram tak digunakan lagi. Hal tersebut tergantung berapa jumlah vaksin halal dan perlu adanya keterangan lebih lanjut dari pemerintah. Jadi gitu guyss kata beliau, masih mau lanjut kan! Kuyy lahh!

Kalau Moderna dan vaksin Pfizer Inc dan bioNTech ini masih dalam proses pengujian sih, mimin belom nemuin info pastinya nih. Kalo kalian nemuin bisa komen dong dibawah hehe.  Setau yang mimin baca ini masih diuji klinis haram tidaknya, dan apabila haram jika ada unsur najis – najisnya pasti diharamkan tapi kembali lagi ya kalo memang kondisi sangat darurat sekali diperbolehkan, tapi pastinya dengan pertimbangan yang udah mimin jelaskan tadi yaaa. Perlu diingat ya guys proses penetapan halal gaknya untuk vaksin Covid-19 dilakukan melalui proses yang cukup panjang guys. Tim MUI yang terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MU beserta tim lainnya harus mengunjungi pabrik dulu dan melakukan investigasi. So, guys percaya dehh kalo pemerintah melakukannya dengan benar – benar dan pastinya ga mungkin juga kan niat sebaik ini ditolak mentah – mentah. Oke dari sekarang kita harus seleksi dulu yaa berita yang ada, jangan asal diterima! Kita wajib kulik – kulik dulu pokoknya sampai tau kebenerannya! Kan ga ada salahnya, ini lebih baik loh daripada ghibahin mantan kan! Wkwkwk canda guys.

  • Emang vaksin yang tadi disebutin bisa membentuk antibodi di tubuh manusia ya, kan sekarang ada virus Covid-19 rasa baru eh varian baru??

Ternyata kalian update juga ya tentang covid-19, salut banget mimin!. Oiya ngomong – ngomong soal varian baru yang udah masuk ke Indonesia yaitu ada 5 jenis guys dari laman alodokter.com. Variannya meliputi :

  1. Varian Inggris (B.1.1.7) atau Alfa,
  2. Varian Brazil (P.1) atau Gamma,
  3. Varian Afrika Selatan (B.1.3.5.1) atau Beta ,
  4. Varian India (B.1.6.1.7.2) atau Delta,
  5. Varian Peru (C.37) atau Lambda.

Lantas apakah penggunaan vaksin masih ampuh untuk melindungi tubuh dari virus covid-19 varian baru? Menurut info yang mimin dapetin dari merdeka.com dan halodoc.com, bahwa juru bicara vaksinasi Covid-19 dari KEMENKES, Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa vaksin masih cukup efektif, vaksin tersebut berjenis vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Selain itu, riset dari Public Health England (PHE) menyebut vaksin AstraZeneva efektif dalam mencegah penularan corona virus alpha dan delta lohh!.

Yaa meskipun ada publikasi ilmiah menyatakan ada penurunan efikasi, tetapi perlindungan masih tinggi serta beliau memaparkan bahwa Sinovac memiliki perlindungan dari kematian mencapai 98%. Proteksi bagi tenaga kesehatan dari gejala yang muncul masih 98% dan timbulnya gejala juga masih 93%. WHO juga telah merekomendasikan untuk mempercepat proses vaksinasi sebelum muncul ragam varian virus dan efikasi vaksin semakin menurun atau supaya tidak terganggu buat melawan pertahanan tersebut.

Senada dengan Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, UI, yakni Bapak Hasbullah Thabrany menilai dari berbagai literatur yang ada, bahwa varian virus Covid-19 masih memiliki sifat yang sama. Beliau mengilustrasikan varian virus yang sama halnya dengan manusia memakai jenis baju berbeda, namun sifat dasarnya tetap sama. Beliau juga meyakinkan loh bahwa vaksin yang dibuat memiliki cara kerja sama yakni didesain untuk melawan aktivitas yang dilakukan virus secara umum.

Bapak Hasbullah juga menyatakan perubahan efektivitas vaksin terhadap varian baru covid menilai penurunan afikasi hanya 1%. Dengan begitu, proses vaksinasi tetap bisa dilanjutkan karena bukan faktor penghambat yang besar. Hanya saja harus diakui beberapa varian baru ini bisa mempercepat daya tular. Beliau mencontohkan bila varian pertama baru bisa membuat seseorang sakit ketika jumlahnya 1000 virus, maka bisa saja varian baru jumlahnya sudah 800 saja langsung membuat orang sakit. Untuk itu, yuks guys agar segera lakukan vaksin, supaya herd immunity bisa segera tercipta! Demikian nih yang mimin rangkum untuk pembaca setia mimin dari penjuru Indonesia, untuk vaksin jenis – jenis lainnya pasti masih diteliti ya guys. Jadi sabar ajahhh! Semoga bermanfaat dan bisa menyadarkan akan pentingnya mematuhi Prokes dan ikut vaksinasi yaa.

  • Bentar deh rumit amat gimana sih cara kerja vaksin, aku masih ragu nih mau vaksin!

Okeeee lanjutt kalo masih ragu wajib simak ini yaa! Berikut rangkuman yang mimin ambil adalah ilustrasi singkat Dokter Desca yang dikutip dari akun instagramnya. Vaksin berisi virus covid yang dimatikan atau bagian dari virus covid disuntikan ke otot lengan. Setelah disuntikan, nah tuh virus mati atau bagian virus covid konfontrasi (berhadap – hadapan) nih sama tentara tubuh kita, anggap aja tentara itu imun yaa guyss!  Pada periode ini si tentara tubuh akan mengidentifikasi virus tadi. Selepas itu tentara tubuh membawa virus mati tadi atau bagian virus ke markas besar tentara tubuh nih guys alias yang ada di kelenjar limfe.

Setelah sampai gatau tuh virus sama tentaranya jalan kaki apa naik kereta yaa ke markas besar, yang jelas habis itu di dalam markas tentara tubuh belajar cara mengenali dan melawan tuh si virus. Pimpinan tentara tubuh memberikan kuliah dan rencana strategis loh untuk mengalahkan covid, kemudian prajurit tentara juga ditempa, diuji mental, dan dipersenjatai jika nanti sewaktu – waktu kedatangan beneran tuh virus covid. Eeitss setelah itu ketika sih virus covid hidup dateng atau pdkt sama tubuh kita, nih tentara gabakal  diem aja mereka langsung siap memerangi dengan segala daya dan upaya dari pelatihan militer yang sudah dibekali tadi.

Gimana guyss ilustrasinya? Semoga kalian paham yaaa! Perlu diingat, vaksin itu bukan untuk menghilangkan penyakit ya guys, melainkan vaksin membentuk kekebalan imun, sehingga tubuh kita secara ga langsung lebih kuat dan tahan banting nih sama bakteri , kuman, maupun virus yang mau pdkt sama tubuh kita. Jadi jangan salah arti lagi yaa! Dan jugaa jangan lupa untuk dapet tentara yang kuat pasti harus dibekali gizi yang seimbang dan yaa tentu patuhi Prokes dongg. Percuma juga kalo udah dikenali tuh virus sama imun kita, tapi kita ga mematuhi prokes! Sama aja bohong yaa guyss! Semua harus seimbangg okee jangan setengah – setengah!

 

Ada sedikit pesan nih dari Mimin hehe

baca pakai hati yaa!

 

Kamu sayang ga sih sama diri kamu? Gimana mau di sayang orang lain, orang diri sendiri aja ga disayang kan

Nah, Kalo kalian sayang diri sendiri, dari pembahasan tadi pasti tau dong apa yang harus dilakukan!

Yups patuhi Prokes dan ayooo vaksin!!

Biar ntar kita bisa nongki – nongki lagi sama orang terkyutt dan tersayang kamu!!

Vaksin mudah kok dan ga ribet, karena setiap daerah di Indonesia sudah terkoordinir vaksin gratis dari pemerintah!

Pemerintah udah menjalankan kewajibannya untuk masyarakat agar terhindar dari virus covid-19 lohh!

Masa iya disia – sia in?

Masa iya masih males?

Masa iya gamau sehat?

Masa iya gamau umur panjang dan sehat sentosa?

aman dan halal lagi!

Kuyyy vaksin!

Jangan takut vaksin!

Habis vaksin tetep patuhi prokes yaa!

Bakal tambah cakep nih habis vaksin aaw gentle bangett mau sehat dan terhindar virus covid-19

 

Kehidupan sih kehidupan, tapi tidak untuk melanggar

Apa salahnya mencegah, daripada terlanjur terpapar

mending menghindar, daripada virus mengejar!

 

Itu aja salam dari mimin

Stay safe & stay healthy viewers

Salam UKM PELITA

Muda, Cerdas, Berprestasi!!

 

By Salsabila Putri Suwijik & Ellina Dwi Setiowati

 

Sumber :

Kumar, D., R. Malviya., dan P. K. Sharma. 2020. Corona Virus: A Review of Covid-19. EJMO. 4(1): 8-25. (Kumar et al., 2020: ).

Syafrida., dan R. Hartati., 2020. Bersama Melawan Virus Covid-19 di Indonesia. Jurnal Sosial & Budaya Syar-i. 7(6): 495-508. (Syafrida dan Hartati, 2020: )

H, Jinling., dan R. Shaw. 2020. Corona Virus (Covid-19) “infodemic” and emerging issues through a data lens: the case of China. International Journal of Environment Research and Public Health. 17(1): 1-12.

https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/29/130600965/mengapa-obat-untuk-virus-corona-tak-juga-ditemukan-?page=all diakses Kamis, 8 July 2021, 16.40 WIB

https://www.alodokter.com/memahami-vaksin-berdasarkan-kandungannya diakses Kamis, 8 July 2021, 18.02 WIB

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200624093121-199-516782/protein-s-yang-dipetakan-ahli-untuk-buat-vaksin-virus-corona diakses 12.31 diakses Jumat, 9 July  2021, 12.31 WIB

https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/03/190200023/3-vaksin-covid-19-di-indonesia-perbedaan-vaksin-sinovac-astrazeneca-dan?page=all

diakses Jumat, 9 July  2021, 17.53 WIB

https://www.halodoc.com/artikel/6-vaksin-corona-yang-digunakan-di-indonesia diakses Jumat, 9 July  2021, 18.10 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Vaksin diakses Kamis, 8 July 2021, 18.26 WIB

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5634534/sudah-dapat-izin-bpom-ri-vaksin-covid-19-moderna-halal diakses Jumat, 9 July  2021, 18.53 WIB

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210112171501-37-215405/ri-belum-amankan-vaksin-pfizer-bio-farma-ungkap-alasannya diakses Jumat, 9 July  2021, 19.12 WIB

https://nasional.kompas.com/read/2021/05/03/13293631/vaksin-sinopharm-mengandung-tripsin-babi-mui-boleh-digunakan-karena-kondisi diakses Jumat, 9 July  2021, 19.28 WIB

https://www.alodokter.com/sertifikasi-halal-vaksin-covid-19-sudah-diterbitkan diakses Jumat, 9 July  2021, 18.42 WIB

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210319/1437275/fatwa-mui-bolehkan-vaksinasi-astrazeneka-jubir-covid-19-dr-nadia-tekankan-masyarakat-jangan-ragu-vaksinasi/ diakses Jumat, 9 July  2021, 18.45 WIB

https://www.instagram.com/p/CQlGVR3HIJE/?utm_source=ig_web_copy_link diakses Sabtu, 10 July 2021, 11.54 WIB

https://www.alodokter.com/kenali-perbedaan-covid-19-varian-alfa-beta-gamma-dan-delta diakses Sabtu, 10 July 2021, 12.37 WIB

https://www.merdeka.com/peristiwa/vaksin-covid-19-tetap-bisa-menangkal-berbagai-varian-baru-virus-corona.html diakses Sabtu, 10 July 2021, 13.12 WIB

https://www.halodoc.com/artikel/vaksin-disebut-masih-efektif-melawan-varian-baru-virus-corona diakses Sabtu, 10 July 2021, 13.12 WIB